Piala Presiden 2019 Titik Kebangkitan Sepakbola Bebas Suap

Bagikan  
PIN IT! shadow

PIALA Presiden digelar berawal untuk mengisi sepinya kompetisi di tanah air dimana saat itu (2015) sepakbola Indonesia sedang fakum menyusul hukuman dari federasi sepakbola dunia, FIFA.

Maka jadilah Piala Presiden menjadi sebuah ajang bergengsi di kancah sepakbola nasional dan menjadi sebuah agenda tetap sebagai turnamen tahunan menjelang kompetisi reguler Liga Indonesia digelar.

Didalamnya dirancang sebagai turnamen paling transparan. Artinya, turnamen ini dilaksanakan atas prakarsa Presiden RI, Joko Widodo tetapi sedikit pun tidak mengandalkan anggaran APBN.

Pelaksanaan Piala Presiden digelar seratus persen atas dana yang masuk dari para sponsor bahkan dana yang masuk dari para sponsor langsung diumumkan di hari pembukaan, berapa pun jumlah dan dari siapapun dana tersebut berasal langsung diapungkan oleh Muarar Sirait sebagai Ketua OC (Organizing Commitee).

Selain itu, Presiden RI selaKu penggagas, berharap digelarnya Piala Presiden dapat meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Untuk itu jangan heran, apabila disaa jeda pertandingan, master of ceremony (MC) mengumumkan jumlah para pedagang yang mangais rezeki dari perhelatan Piala Presiden.

Itu dulu ketika awal penyelenggaraan Piala Presiden. Tahun 2019 adalah tahun keempat, tepat disaat kondisi sepakbola nasional dilanda isu suap dan permainan skor (match fixing). Karena itulah, disamping dua tema pada tiga tahun sebelumnya, Piala Presiden 2019 mengambil tema pertandingan yang harus terbebas dari kasus itu (pengaturan skor) dan permainan curang.

Selain itu, Piala Presiden 2019 harus menjadi seluruh suporter lebih kompak, lebih rukun, sebab pesan presiden yang disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, bahwa dengan dukungan suporter maka kemajuan sepakbola Indonesia akan lebih cerah sekaligus mempersatukan bangsa.

“Piala Presiden 2019 menjadi titik balik kebangkitan ditengah-tengah kasus demi kasus match fixing atau pengaturan skor yang melanda sepakbola nasional,” begitu pesan Presiden RI, Joko Widodo yang disampaikan, Menpora, Imam Nahrawi di saat pembukaan.

Sebagai bukti, pertandingan perdana Persib melawan PS TIRA. Tak ada cerita siapa tuan rumah dan siapa tim tamu. Disitu, perangkat pertandingan tetap tidak bergeming meski kubu tuan rumah terus menerus melancarkan protes atas ketidak puasan keputusan yang diambil oleh, Dwi Purba Adi Wicaksana, wasit pertama yang memimpin pertandingan Piala Presiden 2019.

Bagi Persib, semua keputusan yang diambil Dwi dinilai terlalu banyak kontroversial-nya. Tetapi versi Dwi, semua keputusan yang diambil sudah tepat. Namun yang patut diacungkan jempol dari semua peristiwa laga perdana Piala Presiden 2019 adalah sikap bobotoh atau suporter tuan rumah.

Mereka tak terpancing, kekalahan tim kesayangannya pun diterima dengan lapang dada tanpa ada insiden anarkis setelah pertandingan selesai. (muhamad rifa).

maungbandung

Penulis maungbandung