PRESIDEN klub, Maung Bandung FC, Denny Susanto, memperlihatkan surat PSSI di kantornya, Rabu (10/4/2019).

Maung Bandung Bukan Mundur atau Keluar tapi Pindah Homebase

Posted by

MAUNGBANDUNG.NET – Presiden klub Maung Bandung FC, Denny Susanto mempertanyakan, apa haknya Asprov PSSI Jabar hingga menyatakan bahwa Maung Bandung FC sudah keluar dari keanggotaannya.
Hal itu ditegaskan Denny menyusul ucapan yang dilontarkan Ketua Asprov PSSI Jabar, Tommy Apriantono disela – sela Kongres Tahunan Asosiasi PSSI Jawa Barat (Asprov) yang digelar pada 27 April lalu.

Padahal secara implisit karena Maung Bandung FC hanya pindah homebase ke Jogyakarta. Namun oleh Asprov kepengurusan sekarang dianggap keluar.

Padahal melalui surat bernomor 02/MBC24/03/2018 tertanggal 24 Maret 2018 Maung Bandung FC jelas hanya berpamitan pindah homebase ke Jogyakarta dalam rangka keikutsertaannya di ajang Liga 3/2018.

Begitu juga mengenai perpindahan homebase Maung Bandung FC tersebut tidak masuk dalam agenda pembahasan.

“Maung Bandung pindah ke Jogya, kalau begitu dianggaplah keluar dari Jawa Barat, oleh PSSI Pusat pun dianggap seperti itu, kalau mau berkiprah lagi harus mendaftar lagi,” kata Ketua Asprov PSSI, Tommy Apriantono disela-sela Kongres Asprov PSSI Jawa Barat, 27 April lalu.

Tetapi, Denny menegaskan, secara aturan Maung Bandung FC masih terdaftar sebagai anggota PSSI Pusat. Karena itu, pihaknya berpatokan bahwa Maung Bandung FC tetap sebagai anggota dan tidak keluar dari keanggotaan. Jadi kata Denny, bahwa Asprov Jawa Barat tidak berwenang mengeluarkan klub dari keanggotaannya hanya karena pindah home base.

Denny mencontohkan di Liga 1 banyak pindah homebase seperti PS TIRA dari Bekasi sekarang ke Bogor, Bhayangkara FC terus ke Bekasi sekarang di Jakarta.

“Nah itu kenapa tidak dipersoalkan oleh PSSI dan dikeluarkan dari keanggotaan karena memang semua kewenangan ada di PSSI Pusat, ” tandasnya.

Menurutnya, Maung Bandung tidak keluar keanggotaan dan dimana pun klub tersebut berkompetisi tetap sebagai anggota PSSI karena tidak keluar dari keanggotaan dan hanya pindah homebase.

Bahkan sampai sekarang PSSI Pusat masih mengakui kenggotaan Maung Bandung FC.

“Kalau diartikan pindah homebase dengan keluar jelas beda, kita tidak pernah mengatakan keluar dari kenggotaan. Sayang kalau Maung Bandung FC harus keluar, karena bagaimanapun juga Maung Bandung pernah membawa harum Asprov. PSSI, jelas Denny.

Maung Bandung FC merupakan klub lokal tetap konsisten dalam mengikuti kompetisi setiap tahunya.

Oleh PSSI Pusat pun, Maung Bandung FC dinilai tim yang memiliki track record sejak dari Divisi III bisa lolos hingga Divisi I dalam kurun waktu yang singkat.

“Kalau Maung Bandung harus keluar keanggotaan saya kira tidak mungkin, bagaimana pun juga Maung Bandung FC pernah membawa harum Kota Bandung dan Jawa Barat,” Denny menambahkan.

Lagi pula katanya Maung Bandung baru satu kali tidak mengikuti kompetisi di Jawa Barat.

“Jadi apa haknya mereka mencoret kami bahkan tidak mengundang sebagai voter di Kongres,” tegasnya.

Disisi lain, mantan Sekjen Asprov PSSI, Jafar Sidik yang mengakui bahwa Maung Bandung FC saat itu tidak menyatakan mundur atau keluar, tetapi hanya pindah homebase ke Jogyakarta.Sebab saat manajemen Maung Bandung FC melayangkan surat dirinyalah yang memberikan surat pengantarnya pada waktu itu.

“Waktu itu surat pengantarnya dari saya karena saya waktu itu masih menjabat Sekjen. Jadi dalam surat itu bukan mundur tapi pindah homebase ke Jogya, bukan mundur atau keluar. Posisinya sama karena disana juga PSSI juga kalau misalnya di Jogya tidak jadi dan kembali lagi ke Jawa Barat ya posisinya sama hanya sebagai anggota PSSI, ” jelas Jafar.

Jafar menegaskan, untuk kasus seperti Maung Bandung FC tidak ada masalah dan tidak ada aturannya apabila pindah homebase lantas dianggap keluar keanggotaan.

“Tidak ada aturannya pindah langsung dianggap keluar, tidak seperti itu, saya yang dulu memberikan surat pengantarnya, jadi saya simpulkan Maung Bandung FC bukan tidak ikut kompetisi, tetap ikut . kompetisi tapi pindah homebase saja, arsipnya masih ada di Asprov PSSI Jawa Barat, kalau pun di Jogya tidak diterima dan kembali ke Jabar masih tetap sebagai anggota Asprov Jabar, itu boleh, itu kan baru permohonan pengajuam pindah homebase dan hanya surat pengantar saja dari Asprov untuk pindah homebase saja,” Jafar menjelaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *